Keterpaparan Informasi Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengalaman Seksual Remaja

  • Wahidah Sukriani Poltekkes Kemenkes Palangka Raya
  • Itma Annah Poltekkes Kemenkes Palangkaraya
  • Irene Febriani Poltekkes Kemenkes Palangkaraya
  • Restu Krisnata Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Tengah
  • Sri Lilestina Nasution Pusat Penelitian dan Pengembangan KB dan Keluarga Sejahtera BKKBN
Keywords: Remaja;, Kesehatan Reproduksi;, Perilaku seksual Berisiko

Abstract

 

Masa remaja adalah masa antara dari anak-anak menjadi dewasa yang ditandai dengan perubahan secara fisik dan seksual yang signifikan. Salah satu masalah yang seringkali muncul pada masa ini adalah perilaku seksual berisiko yang terjadi saat organ reproduksi belum matang. Saat ini informasi kesehatan reproduksi bagi sebagian masyarakat masih dianggap tabu. Data menunjukkan walaupun sebagian besar remaja telah mendapatkan informasi mengenai kesehatan reproduksi, namun perilaku seksual berisiko pada remaja tetap tinggi. Perilaku seksual berisiko disni seperti berciuman, berpelukan, meraba dan atau merangsang.  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterpaparan informasi kesehatan reproduksi remaja terhadap perilaku seksual remaja berisiko di Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain cross sectional melalui analisa data Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program (SKAP) Remaja Tahun 2019 dengan unit analisis Provinsi Kalimantan Tengah. Hasil Penelitian menujukkan sebagian besar remaja di Kalimantan Tengah merupakan kelompok remaja awal (usia 10-14 tahun) yaitu 54,2%, berpendidikan dasar (65,7%), berjenis kelamin laki-laki (53,8%) dan memiliki tingkat kesejahteraan rendah (65,1%).  Sumber informasi kesehatan reproduksi remaja dari media luar ruang terbanyak didapatkan melalui televisi (64,2 %), dari petugas terbanyak didapatkan dari guru (70,9%) dan dari institusi didapatkan terbanyak dari pendidikan formal (73,7%). Sebanyak 2,2 % remaja mengaku pernah melakukan hubungan seksual. Tidak terdapat hubungan antara keterpaparan informasi kesehatan reproduksi remaja dengan pengalaman seksual remaja di Kalimantan Tengah (p< 0,05). Diperlukan kerjasama berbagai pihak dalam upaya promosi kesehatan reproduksi remaja dan pencegahan perilaku seksual berisiko pada remaja.

References

1. BKKBN. Pusat Data dan Informasi Situasi Kesehatan Reproduksi Remaja. Jakarta; 2015.
2. WHO. Adolescent Sexual Reproductive Health [Internet]. 2021. Available from: https://www.who.int/southeastasia/activities/adolescent-sexual-reproductive-health
3. WHO. Adolescent health. Geneva; 2020.
4. UNICEF. Adolescent development East Asia and Pacific. Thailand; 2020.
5. BPS-Statistics Indonesia. Statistik Indonesia. Stat Yearb Indones. 2020;6(JAN):784.
6. Kusumaryani M. Ringkasan studi prioritaskan kesehatan reproduksi remaja untuk menikmati bonus demografi. Jakarta; 2017.
7. Margaretha. Psikopatologi dan Perilaku Beresiko Remaja. Universitas Airlangga; 2012.
8. Pinandari A. Pendidikan Kesehatan Reproduksi Formal sebagai Pencegahan Perilaku Hubungan Seksual Pranikah Remaja dan Dewasa Muda di Indonesia (Analisis Data SDKI 2012). Universitas Gajah Mada; 2015.
9. Dewi A. Hubungan karakteristik remaja, peran teman sebaya dan paparan pornografi dengan perilaku seksual remaja di Kelurahan Pasir Gunung Selatan Depok. Universitas Indonesia; 2012.
10. Puspasari, Sukamdi, Emilia O. Paparan Informasi Kesehatan Reproduksi Melalui Media Pada Perilaku Seksual Pranikah : Analisis Data Survei Demografi Kesehatan Indonesia 2012. Ber Kedokt Masy. 2017;33(1):31–6.
11. BKKBN. Survei Kinerja dan Akuntabilitas Program KKBPK (SKAP) Remaja. 2018.
12. Utomo I, McDonald P. Adolescent reproductive health in Indonesia: contested values and policy inaction. Stud Fam Plan J. 2009;40(2):133–46.
13. Wong M, Chan R, Koh D, Tan H, Lim F, Emmanuel S. Premarital sexual intercourse among adolescents in an Asian country: Multilevel ecological factors. Pediatrics2. 2009;124(1):44–5.
14. Rahyani K, Utarini A, Wilopo S, Hakimi M. Premarital Sexual Inisiation of Adolescence. J Kesehat Masy Nas. 2012;7(4).
15. BKKBN. urvei Kinerja dan Akuntabilitas Program KKBPK (SKAP) Remaja Tahun 2019. Vol. 53, Journal of Chemical Information and Modeling. 2019. 1689–1699 p.
16. Gondim PS, Souto NF, Moreira CB, Cruz MEC da, Caetano FHP, Montesuma FG. Accessibility of adolescents to sources of information on sexual and reproductive health. J Hum Growth Dev. 2015;25(1).
17. Kinsler J, Buffington S de C, Malan H, Glik D, Nadjat-Haiem C, Wainwright N, et al. A Content Analysis of How Sexual Behavior and Reproductive Health are Being Portrayed on Primetime Television Shows Being Watched by Teens and Young Adults. Health Commun. 2018;34:1–8.
18. Olumide AO, Ojengbede OA. The media as a critical determinant of the sexual and reproductive health of adolescents in Ibadan, Nigeria. Sex Reprod Heal. 2016;8:63–74.
19. Braun-Courville D, Rojas M. Exposure to Sexually Explicit Web Sites and Adolescent Sexual Attitudes and Behaviors. J Adolesc Heal. 2009;45(2):156–62.
20. Abigail A Donaldson, Lindberg LD, Ellen JM, Marcell A V. Receipt of Sexual Health Information From Parents, Teachers,and Healthcare Providers by Sexually Experienced U.S.Adolescents. J Adolesc Heal. 2013;53(2):235–40.
21. Widyatuti, Tri Waluyanti F, Mulyadi B, Yuni Nursasi A. The influence of health training on teachers and students’ knowledge of adolescent reproductive health. Enferm Clin [Internet]. 2018;28:332–6. Available from: http://dx.doi.org/10.1016/S1130-8621(18)30180-3
22. Chepkoech J, Khayesi MK, Ogol JO. Sources of Information on Reproductive Health among Teenage Girls in Kaptembwo, Nakuru County, Kenya. Int J Libr Sci. 2019;8(1):18–25.
23. Castillo-Arcos L del C, Bañuelos-Barrera AA-AY, Ofelia MV-S, Valdez-Montero C, Kantún-Marín MA de J. Age, Gender and Resilience in Sexual Risk Behavior of STI among adolescents in Southern Mexico. Enfermería Glob. 2017;45.
24. Becker ML, Bhattacharjee P, Blanchard JF, Cheuk E, Isac S, Musyoki HK, et al. Vulnerabilities at first sex and their association with lifetime gender-based violence and HIV prevalence among adolescent girls and young women engaged in sex work, transactional sex, and casual sex in Kenya. J Acquir Immune Defic Syndr. 2018;79(3):296–304.
25. Tulloch T, Kaufman M. Adolescent Sexuality. Pediatr Rev. 2013;34(1):29–38.
Published
2022-10-28
Section
Articles