Terapi Psikoedukasi Keluarga Meningkatkan Kemandirian Klien Gangguan Jiwa

  • Zulhaini Sartika A. Pulungan Poltekkes Kemenkes Mamuju
  • Masnaeni Ahmad Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mamuju
  • Hardiyati Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mamuju
  • Edi Purnomo Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Mamuju
Keywords: Psikoedukasi; kemandirian; keluarga; caregiver; terapi

Abstract

Peran keluarga sangat dibutuhkan dalam perawatan klien gangguan jiwa di rumah. Keluarga perlu mengetahui dan memahami cara merawat sehingga mereka dapat membantu anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa mengelola penyakitnya. Psikoedukasi keluarga adalah salah satu bentuk terapi keperawatan kesehatan jiwa dengan cara memberikan edukasi pada keluarga sehingga meningkatkan dukungan sosial pada anggota keluarganya. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh terapi psikoedukasi keluarga terhadap peningkatan kemandirian klien gangguan jiwa. Penelitian pra eksperimen dengan desain pre - post test without control group design. Populasi adalah caregiver yang memiliki anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa di wilayah kerja Puskesmas Tampa Padang. Sampel diperoleh dengan purposive sampling sejumlah 23 keluarga. Analisis data menggunakan uji paired t-test  untuk membandingkan kemandirian klien sebelum dan sesudah terapi psikoedukasi keluarga. Hasilnya menunjukkan setelah pemberian terapi psikoedukasi keluarga terdapat peningkatan kemandirian klien nilai p=0,000. Kesimpulannya terapi psikoedukasi keluarga meningkatkan kemandirian klien gangguan jiwa yang dirawat di rumah.

References

1. World Health Organization. Depression and Other Common Mental Disorders: Global Health Estimates [Internet]. Switzerland: World Health Organization; 2017. Available from: http://apps.who.int/iris/bitstream/10665/254610/1/WHO-MSD- MER-2017.2-eng.pdf.
2. Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI. Situasi Kesehatan Jiwa di Indonesia. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kemenkes RI; 2019. 1-10 p.
3. Kemenkes RI. Laporan Nasional Riskesdas 2018. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kemenkes RI; 2018. 1-582 p.
4. Chong HY, Teoh SL, Wu DBC, Kotirum S, Chiou CF, Chaiyakunapruk N. Global Economic Burden of Schizophrenia: A Systematic Review. Neuropsychiatr Dis Treat. 2016;12:357–73.
5. Wibowo DA, Zen DN. Pentingnya Pengetahuan Masyarakat Tentang Kesehatan Jiwa di Dusun Cimamut Kabupaten Ciamis. Abdimas Galuh. 2020;2(1):65–71.
6. Gajali G, Badar B. Pengaruh Family Psychoeducation Theraphy Terhadap Kemampuan Keluarga Merawat Pasien Skizofrenia dengan Halusinasi di Kota Samarinda Kalimantan Timur. J Husada Mahakam. 2016;4(3):151–61.
7. Budiarto E, Keliat BA, Wardani IY. The Effect of Online Acceptance and Commitment Therapy and Family Psychoeducation Therapy on Personal and Social Performances and Treatment Compliance for Schizophrenia Clients with the Risk of Behavioral Violence and Hallucinations in Community. PJMHS. 2021;15(1):292–300.
8. Brady P, Kangas M, McGill K. “Family Matters”: A Systematic Review of the Evidence For Family Psychoeducation For Major Depressive Disorder. J Marital Fam Ther. 2017;43(2):245–63.
9. Setyanto AT, Hartini N, Alfian IN. Penerapan Social Support untuk Meningkatkan Kemandirian pada Penderita Skizofrenia. J Wacana Psikol. 2017;9(1):91–115.
10. Ramdani MR, Pamungkas SR, Maulana R. Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kemandirian Pasien Skizofrenia Di Poli Rawat Jalan RSJ Aceh. J Ilm Mhs Kedokt Medisia. 2016;1(4):6–11.
11. Gusdiansyah E. Pengaruh Psikoedukasi Keluarga Terhadap Klien Dan Kemampuan Klien Perilaku Kekerasan dan Kemampuan Keluarga dalam Merawat Di Rumah. Tesis. Universitas Andalas; 2016.
12. Menteri Kesehatan RI. Pedoman Penyelenggaraan Upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat di Puskesmas. Kemenkes RI. Jakarta; 2006.
13. Yazfinedi. Konsep, Permasalahan, dan Solusi Penyandang Disabilitas Mental di Indonesia. J Ilm Kesejaht Sos. 2018;14(26):101–10.
14. Damayanti R, Thahir A, Fitri TA. Pengaruh Family Psychoeducation Islamic Therapy Terhadap Beban dan Kemampuan Keluarga dalam Merawat Klien Gangguan Jiwa. IAIN Raden Intan Lampung; 2012.
15. Herminsih AR, Barlianto W, Kapti RE. Pengaruh Terapi Family Psychoeducation (FPE) Terhadap Kecemasan dan Beban Keluarga Dalam Merawat Anggota Keluarga Dengan Skizofrenia di Kecamatan Bola Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. J Kesehat Mesencephalon. 2017;3(2):80–90.
16. Kartikasari R, Yosep I, Sriati A. Pengaruh Terapi Psikoedukasi Keluarga terhadap Self Efficacy Keluarga dan Sosial Okupasi Klien Schizophrenia. J Keperawatan Indones [Internet]. 2017;5(2):123–35. Available from: https://www.researchgate.net/publication/323636352
17. Wiyati R, Wahyuningsih D, Widayanti ED. Pengaruh Psikoedukasi Keluarga Terhadap Kemampuan Keluarga Dalam Merawat Klien Isolasi Sosial. J Keperawatan Soedirman (The Soedirman J Nursing). 2010;5(2):85–94.
18. Hastuti RY, Rohmat B. Pengaruh Pelaksanaan Jadwal Harian Perawatan Diri Terhadap Tingkat Kemandirian Merawat Diri Pada Pasien Skizofrenia di RSJD DR. RM Soedjarwadi Provinsi Jawa Tengah. Gaster. 2018;16(2):177–90.
19. Jalil A. Faktor yang Memengaruhi Penurunan Kemampuan Pasien dalam Melakukan Perawatan di Rumah Sakit Jiwa. J Keperawatan Jiwa. 2015;3(2):154–61.
Published
2022-08-01
Section
Articles