Merokok dan Prevalensi Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK)

  • Najihah Universitas Borneo Tarakan
  • Estania Megaputri Theovena Universitas Borneo Tarakan
Keywords: Penyakit paru obstruksi kronik, merokok, indeks brinkman

Abstract

Penyakit Paru Obstruksi Kronis (PPOK) merupakan penyakit saluran pernapasan kronis yang ditandai dengan obstruksi aliran udara yang menetap, bertahap dan berhubungan dengan peningkatan respons peradangan saluran napas akibat gas atau partikel iritan tertentu. Dikatakan PPOK apabila memiliki riwayat sesak napas yang diperparah dengan aktivitas dan bertambahnya usia yang disertai batuk berlendir atau memiliki riwayat sesak napas disertai batuk berlendir dengan nilai Indeks Brinkman ≥ 200. Dari beberapa faktor risiko, merokok adalah risiko utama terjadinya PPOK. Penelitian dilakukan untuk mengetahui hubungan derajat merokok dengan prevalensi PPOK. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional study. Jumlah sampel penelitian ini 38 responden yang merupakan pasien PPOK yang diperoleh dengan menggunakan teknik Purpossive sampling. Proses pengolahan data dengan menggunakan statistic deskriptif yang hasilnya akan disajikan dalam bentuk tendensi sentral dan distribusi frekuensi. Hasil penelitian menujukkan bahwa menunjukkan bahwa berdasarkan Indeks Brinkmannya pasien dengan derajat PPOK ringan-sedang mempunyai derajat merokok ringan 75%, sedangkan pasien dengan PPOK derajat berat-sangat berat mempunyai derajat merokok sedang-berat 66.7%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada hubungan signifikan (p value 0.034) antara derajat merokok berdasarkan Indeks Brinkman dengan prevalensi PPOK. Oleh karena itu, petugas kesehatan harus memberikan edukasi terkait kebiasaan merokok yang dapat memberikan dampak terjadinya PPOK, dimana edukasi ini merupakan salah satu Intervensi Keperawatan

References

Ansar, R. A. (2018). Hubungan Antara Kebiasaan Merokok Dan Tingkat Keparahan Penyakit Paru Obstruktif Kronis. Makassar: digilibadmin.unismuh.ac.id.
Black, J. M., & Hawks, J. H. (2014). Keperawatan Medikal Bedah; Manajemen Klinis untuk Hasil yang diharapkan Edisi 8. Singapura: Elsevier.
CDC. (2015). Chronic Obstructive Pulmonary Disease (COPD). Retrieved 11 19, 2021, from http;//www.cdc.gov/copd/index.html
GOLD. (2020). Global Strategy For The Diagnosis,Management, And Prevention Of Chronic Obstructive Pulmonary Disease. USA: GOLD.
Kemenkes RI. (2013). Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2013. Retrieved Agustus 28, 2021, from www.bprs.kemkes.go.id: http://bprs.kemkes.go.id/v1/uploads/pdffiles/peraturan/26%20PMK%20No.%2028%20ttg%20Pencatuman%20Peringatan%20Kesehatan%20dan%20Informasi%20Kesehatan%20Pada%20Kemasan%20Produk%20Tembakau.pdf
Kemenkes RI. (2015, November 25). INILAH 4 BAHAYA MEROKOK BAGI KESEHATAN TUBUH. Retrieved Agustus 28, 2021, from www.kemkes.go.id:http://www.depkes.go.id/development/site/depkes/pdf.php?id=1-15112500015
Kementerian Kesehatan RI. (2013). RISKESDAS 2013. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kementerian Kesehatan RI. (2019). Laporan Nasional RISKESDAS 2018. Jakarta: Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.
Kholifah, N., Junaid, & Tina, L. (2017). Analisis faktor risiko kejadian penyakit paru obstruktif kronik (ppok) pada pasien rsud bahteramas provinsi sulawesi tenggara tahun 2017. Jurnal ilmiah mahasiswa kesehatan masyarakat (JIMKESMAS), 1-9.
Lewis, S. L., Dirksen, S. R., Heitkemper, M. M., & Bucher, L. (2014). Medical Surgical Nursing : Assessment and Management of Clinical Problems Ninth Edition. Missouri: Elsevier.
Naser, F. e., Medison, I., & Erly. (2016). Gambaran Derajat Merokok Pada Penderita PPOK di Bagian Paru RSUP Dr. M. Djamil. Jurnal Kesehatan Andalas, 306-311.
Notoatmodjo, S. (2012). Metodelogi Penelitian Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Nugraha, I. (2012). Hubungan Derajat Berat Merokok Berdasarkan Indeks Brinkman Dengan Derajat Berat PPOK. Profesi (Profesional Islam): Media Publikasi Penelitia.
Perhimpunan Dokter Paru Indonesia. (2010). Penyakit Paru Obstruksi Kronik (PPOK): Pedoman Diagnosis dan Penatalaksanaan di Indonesia. Jakarta: PDPI.
Safitri, Y. (2016). Faktor Risiko yang Berhubungan dengan Derajat Keparahan Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK). Semarang: lib.unnes.ac.id.
Smeltzer, S. C., Bare, B. G., Hinkle, J. L., & Cheever, K. H. (2010). Text Book Medical Surgical Nursing Brunner & Suddarth 12nd Edition. Philadelphia: Lippincott Williams & Wilkins.
Soeroto, A. Y., & Suryadinata, H. (2014). Penyakit Paru Obstruktif Kronik. Ina J Chest Crit and Emerg Med, 83-88.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Published
2022-10-28
Section
Articles