Status Gizi Berdasarkan Pola Menyusui pada Bayi usia 7-12 Bulan

  • Nur Ulmy Mahmud Universitas Muslim Indonesia
  • Ria Qadariah Arief Program Studi Gizi Fakultas Psikologi dan Kesehatan, UIN Sunan Ampel Surabaya
  • Karmila Sari UPT Pelatihan Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan
  • Yuliati Yuliati 5Program Studi Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muslim Indonesia Makassar
Keywords: Status gizi bayi, pertumbuhan bayi, dan velocity

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) memiliki kandungan anti-bodi yang berperan aktif dalam mencegah kemunculan penyakit pada bayi, seperti diare dan infeksi saluran pernafasan akut. Proses pemberian ASI dari ibu ke bayi juga memberikan dampak positif berupa pembentukan system kekebalan tubuh pada bayi. Dengan melanjutkan pemberian makanan lanjutan pada usia enal bulan pertama kehidupan harus diperkaya makan bergizi dengan tekstur bertingkat yang sesuai dengan perkembangan usia bayi untuk memenuhi kebutuhan bayi dan perlindungan terhadap penyakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur perbedaan status gizi bayi berdasarkan pola menyusuinya (Exclusive breastfeeding, Predominant breastfeeding, partial breastfeeding dan non breastfeeding) di Desa Siwolong Polong. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Crossectional Study denga pendekatan observasi analitik. Sampel yang digunakan adalah semua ibu yang memiliki bayi berusia 7 - 12 bulan di Desa Siwolong Polong dan bersedia menjadi responden. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Pertumbuhan anak diukur dengan formula Marshal dan Swann dalam bentuk (x2-x1)/t2-t1 di mana x1 adalah nilai ukur subjek pada waktu awal dan x2 adalah nilai ukur subjek pada waktu akhir tiap fase pengasuhan. Pertumbuhan anak dalam penelitian ini dioperasionalkan dalam bentuk pertumbuhan berat dan pertumbuhan panjang pada fase 6 bulan, 8 bulan dan 12 bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Terdapat perbedaan status gizi BB/U (WAZ), TB/U (HAZ) dan BB/PB (WHZ) pada kelompok pola menyusui bayi usia 7-12 bulan. Selanjutnya, diperlukan upaya lebih untuk meningkatkan cakupan pemberian ASI Ekslusif melalui peningkatan kegiatan pendampingan konseling menyusui kepada ibu menyusui di Desa Siwolong Polong.

References

Abdullah, M. T., Maidin, A., Dwi, A., & Amalia, L. (2013). Kondisi Fisik, Pengetahuan, Pendidikan, Pekerjaan Ibu, dan Lama Pemberian ASI Secara Penuh. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 8(5), 6–10.
Astuti, I. (2013). Determinan Pemberian ASI Eksklusif Pada Ibu Menyusui. Health Quality, 4, 1–76.
Bahriyah, F., Putri, M., & Jaelani, K. A. (2017). Hubungan Pekerjaan Ibu Terhadap Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi. Journal Endurance, 2(2), 113–118. https://doi.org/10.22216/jen.v2i2.1699
Dwi Kurniawati, R. H. (2014). Faktor Determinan Yang Mempengaruhi Kegagalan Pemberian Asi Eksklusif Pada Bayi Usia 6-12 Bulan Di Kelurahan Mulyorejo Wilayah Kerja Puskesmas Mulyorejo Surabaya. Jurnal Promkes, 2(1), 15–27. ISSN 2085-3475
Fairus Prihatin Idris, Veni Hadju, Ridwan Thaha, Nurhaedar Jafar, S. P. (2018). effect of exclusif breastfeeding training to the skills of breastfeeding community group in Jeneponto Ditrict South Sulawesi Indonesia. Indian Journal of Public Health Research & Development, 9(2), 184–189.
Glassman, M. E., McKearney, K., Saslaw, M., & Sirota, D. R. (2014). Impact of Breastfeeding Self-Efficacy and Sociocultural Factors on Early Breastfeeding in an Urban, Predominantly Dominican Community. Breastfeeding Medicine, 9(6), 301–307. https://doi.org/10.1089/bfm.2014.0015
Hi. Mabud, N., Mandang, J., & Mamuaya, T. (2014). Hubungan Pengetahuan, Pendidikan, Paritas Dengan Pemberian ASI Eksklusif Di Puskesmas Bahu Kecamatan Malalayang Kota Manado. Jurnal Ilmiah Bidan, 2(2), 51–56.
Kuziga, F., Adoke, Y., & Wanyenze, R. K. (2017). Prevalence and factors associated with anaemia among children aged 6 to 59 months in Namutumba district, Uganda: a cross- sectional study. BMC Pediatrics, 17(1), 25. https://doi.org/10.1186/s12887-017-0782-3
Latha, S. (2016). Newborn Feeding Practices in India : A Review. Nursing, 5(2277), 3–6.
Lucie Widowati, M. Wien Winarno, P. R. I. (2014). Toksisitas Akut dan Subkronis Ramuan Ekstrak Kelor dan Klabet sebagai Pelancar ASI dan Penambah Gizi. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 4(2), 51–64.
Manuaba, I. (2007). Pengantar Kuliah Obstetri. ECG.
Namangboling, A. D., Murti, B., Sulaeman, E. S., Magister, P., Gizi, I., Kesehatan, D., Fakultas, M., Universitas, K., Maret, S., Namangboling, A. D., Murti, B., & Sulaeman, E. S. (2017). Hubungan Riwayat Penyakit Infeksi dan Pemberian ASI Eksklusif dengan Status Gizi Anak Usia 7-12 Bulan di Kecamatan Kelapa Lima Kota Kupang *. 19(2), 91–96.
Narendra BM, Sularyo TS, Soetjiningsih, Suyitno H, R. I. (2002). Tumbuh kembang anak dan remaja. Seto Agung.
Nilakesuma, A. (2015). Hubungan Status Gizi Bayi dengan Pemberian ASI Ekslusif. Jurnal Kesehatan, 4(1), 37–44.
Nur Ulmy Mahmud, Tahir Abdullah, Arsunan, A.A, Burhanuddin Bahar, Muhammad Syafar, Masyita Muis, S. S. (1385). Determinants Of Exclusive Breastfeeding On Infants Aged 6 Months In Jeneponto Regency. IJS, 056, 302.
Raguindin, P. F. N., Dans, L. F., & King, J. F. (2014). Moringa oleifera as a galactagogue. Breastfeeding Medicine, 9(6), 323–324. https://doi.org/10.1089/bfm.2014.0002
Sari, N. D. K. (2012). Motivasi Bidan Desa Dalam Pelaksanaan Program ASI Eksklusif di Puskesmas Bergas, Kabupaten Semarang. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 1(2), 91–98.
Soetjiningsih, Dr, D. (1997). ASI Petunjuk Untuk Tenaga Kesehatan. ECG.
Soetjiningsih. (1995). Tumbuh Kembang anak. ECG.
Syarif Dr, Lestari ED, Mexitalia M, N. S. (2011). Buku ajar nutrisi pediatrik dan penyakit metabolik (jilid 1). Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Tanuwijaya, S. (2003). Konsep Umum Tumbuh dan Kembang. ECG.
Published
2022-10-29
Section
Articles