Efektivitas Modul Edukasi Suami Siaga (Ess) terhadap Pencegahan Stunting

  • marsia_marsia Poltekkes Kemenkes Pontianak
  • Erni Juniartati urusan Keperawatan Singkawang, Fakultas Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Pontianak
  • Dwi Sulistyawati Jurusan Keperawatan Singkawang, Fakultas Kesehatan, Poltekkes Kemenkes Pontianak
Keywords: Modul, edukasi suami siaga, pengetahuan, sikap, stunting

Abstract

Stunting atau tubuh pendek merupakan masalah kesehatan utama di Indonesia. Stunting dapat menyebabkan gangguan perkembangan kognitif pada balita. Suami memiliki peran utama dan pengambil keputusan dalam keluarga. Edukasi suami siaga (ESS) merupakan salah satu solusi edukasi yang ditawarkan guna mencegah terjadinya stunting pada bayi yang dikandung ibu selama masa kehamilan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektifitas modul edukasi suami siaga (ESS) pada pengetehuan dan sikap suami ibu hamil primigravida akan pencegahan stunting yang terjadi pada wilayah kerja Puskesmas Singkawang Selatan. Quasy-experiment pre-test and post-test with control group digunakan pada penelitian ini. Dimana terdapat sampel sebanyak 32 responden yang telah dibagi menjadi kelompok intervensi dengan total ada 16 responden dan kelompok kontrol sebanyak 16 responden. Saat sampel diampil dalam penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling dengan metode purposive sampling. Dari hasil penelitian ini ditunjukkan oleh Modul ESS dapat meningkatkan pengetahuan suami ibu hamil dengan hasil p value=0,001. Terlihat ada perbedaan pada pengetahuan yang signifikan terjadi antar kelompok Intervensi dan control (p<0,05). Modul ESS juga meningkatkan sikap suami ibu hamil dengan p value p=0,000. Terdapat perbedaan sikap responden yang relevan diantara kelompok Intervensi dan kontrol (p<0,05). Adanya peningkatan pengetahuan dan sikap suami ibu hamil Primigravida dengan pemberian modul Edukasi Suami Siaga (ESS).

References

1. Senbanjo, I. O., Oshikoya, K. A., Odusanya, O. O., & Njokanma, O. F. (2011). Prevalence of and risk factors for stunting among school children and adolescents in Abeokuta, Southwest Nigeria. Journal of health, population, and nutrition, 29(4), 364.
2. KeMenKes, R. I. (2016). Profil kesehatan Indonesia tahun 2016. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
3. Dinkes Kalbar, Profil Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, 2015
4. Niswa Salamung, Joni Haryanto, Florentina Sustini(2019) Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Stunting pada Saat Ibu Hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Kabupaten Bondowoso.
5. Fikadu, T., Assegid, S., & Dube, L. (2014). Factors associated with stunting among children of age 24 to 59 months in Meskan district, Gurage Zone, South Ethiopia: a case-control study. BMC Public Health, 14(1), 800.
6. Ida Widianingsih, Budhi Gunawan, Binahayati Rusyidi (2018)]\ Peningkatan Kepedulian Stakeholder Pembangunan Dalam Mencegah Stunting di desa cangkuang wetan kecamatan dayeuhkolot kabupaten bandung.
7. Aulidina Dwi Mustafyani, Trias Mahmudiono (2017) hubungan pengetahuan, sikap, dukungan suami, control perilaku dan niat ibu dengan perilaku kadarzi ibu balita kurang gizi.
8. Anggraeni, Deliza and Rahmiwati, Anita (2019) pengaruh penyuluhan explosion box terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap pasangan usia subur mengenai pencegahan stunting di wilayah kantor urusan agama sirah padang, ogen kemelir ilir.
9. Anwar, Ilham. (2010). Pengembangan Bahan Ajar. Bahan Kuliah Online. Direktori UPI. Bandung.
10. Notoatmodjo, S. (2015). Pengantar Pendidikan dan Ilmu Perilaku. Jakarta: Rineka Cipta.
11. Rohayati & Aprina. 2021. Pengetahuan gizi ibu hamil.
12. Olsa, E. D., Sulastri, D., & Anas, E. (2017). Hubungan Sikap dan Pengetahuan Ibu Terhadap Kejadian Stunting pada Anak Baru Masuk Sekolah Dasar di Kecamanatan Nanggalo. Jurnal Kesehatan Andalas, 6(3).
Published
2022-10-28
Section
Articles